TOYOTA KIJANG INNOVA 2.7 VVT-i
Emblem 2.7 VVT-i memang tak terlalu tampak dibanding versi sebelumnya. Pembuktian tulisan kecil ini baru bisa bermakna besar setelah Anda menjajalnya.
Tampang sih boleh-boleh saja sama dengan Kijang Innova bermesin 1TR-FE (2.000 cc). Namun ketika berada di balik kemudi, tampak perbedaan pada tunggangan berkode mesin 2TR-FE berkapasitas silinder 2.694 cc itu.
Kijang bermesin lebih besar 696 cc dari versi sebelumnya itu, menatahkan tulisan SRS atau Suplementary Restrain System (airbag) di tengah setir dan dasbor sebelah kiri. Ini pertanda MPV ini sudah memiliki tambahan sistem keselamatan dari kantung udara (airbag), sekelas sedan.
Namun perlu diingat, dengan julukan suplemen pada airbag ini, tetap penggunaan safety belt paling utama untuk faktor keselamatan berkendara.
Kategori Kijang yang tampil lebih mewah, ditunjukkan lagi pada tunggangan berharga Rp 270 juta (on the road, Jakarta) ini. Masih dari lingkar setir.
Terdapat kontrol untuk sistem audio dan Multi Information Display (MID). Sedangkan di tipe lama, untuk mendapatkan informasi tentang suhu luar, pemakaian bahan bakar rata-rata hingga kompas ini, perlu menekan tombol di dasbor.
Tetapi paling utama, kelebihan dari versi ini seperti yang disebut di atas, mesin 2TR-FE VVT-i. Soal tenaga, lonjakannya cukup jauh. Mesin 2.000 cc (1TR-FE), menelurkan 133 dk/5.600 rpm sedangkan Kijang Innova 2.7 VVT-i, mengentakkan tenaga 157 dk/5.200 rpm. Tak heran, ketika dibejek 0-100 km/jam, angka 9,8 detik diraih. Cukup kencang untuk MPV berbobot kosong 1.590 kg.
Dengan transmisi otomatis, kecepatan 180 km/jam mudah diraih. Tampaknya, siapapun yang ngebut di balik setir Innova 2.7 VVT-i ini perlu sadar bahwa rem, suspensi serta dimensi mobil yang dikendarainya tetap sama dengan versi 2.000 cc maupun mesin diesel (2KD-FTV) yang larinya lebih lamban.
Kelebihan lain, bangku belakang dengan format captain seat. Tentunya lebih nyaman bagi orang yang duduk di atasnya, karena mendapatkan ‘pelayanan pribadi’ kelegaan bangku. Tak perlu berbagi dengan orang di sebelah, seperti versi sebelumnya.
Tetapi, di antara kelebihan itu terselip beberapa pengurangan. Dengan desain bangku seperti itu, jumlah penumpang susut satu orang dibanding model Innova sebelumnya.
Begitu juga daya angkut barang. Besarnya volume bagasi yang sama persis hanya ketika bangku paling belakang dilipat ke samping. Sementara jok captain seat yang hanya dapat digeser maju/mundur membuat kapasitas muat lebih sedikit ketimbang model lama yang bangku baris keduanya bisa dilipat, sehingga ruang barang lebih lapang.
Jelas, bahwa Innova 2.7 VVT-i sedikit melenceng dari ‘pakem’ Kijang sebelumnya di mata masyarakat, yang mampu memuat barang dan orang cukup banyak. Kalau sudah begini, Aa, teteh, nenek dan kakek naik taksi saja ya… Tim OTOMOTIF
Sumber : http://www.otomotif-online.com

